Rabu, 08 April 2020

Upacara Perindukan Siaga

TATA UPACARA PADA PERINDUKAN SIAGA





A.   UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN
1.    Pemeriksaan kebersihan dan kerapian anggota.
2.    Memilih Barung terbaik untuk memimpin upacara.
3.    Barung terbaik menyiapkan perlengkapan upacara.
4.    Pemimpin upacara memanggil anggota perindukan untuk membentuk lingkaran besar mengelilingi standar bendera.
5.    Pembina upacara (pembina siaga) dijemput oleh pemimpin upacara dan mengambil tempat di tengah lingkungan menghadap standar bendera pintu upacara. Para pembantu pembina siaga masuk lingkaran upacara.
6.    Pemimpin upacara mengambil bendera untuk dikibarkan.
7.    Pada waktu bendera sampai dipintu upacara, semua anggota perindukan memberi hormat hingga selesai (bendera tertancap ke standar bendera).
8.    Pembina upacara membaca teks Pancasila ditirukan oleh semua anggota.
9.    Pemimpin upacara membaca teks Dwi Dharma diikuti oleh semua anggota perindukan.
10. Pemimpin upacara kembali ke Barungnya.
11. Pembina upacara mengumumkan hal-hal yang perlu diketahui oleh anggota perindukan.
12. Pembina upacara mengucapkan doa yang diikuti oleh anggota perindukan.
 
Sulung Menjemput Yanda
B.   UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN
a.    Barung terbaik menyiapkan perlengkapan upacara.
b.    Pemimpin upacara memanggil anggota Perindukan untuk membentuk lingkaran besar mengelilingi standar bendera.
c.    Pembina upacara (pembina siaga) dijemput oleh pemimpin upacara dan mengambil tempat di tengah lingkungan menghadap bendera dan pintu upacara. Para pembantu pembina siaga masuk lingkaran upacara.
d.    Pemimpin upacara mengambil tempat didekat bendera berhadapan dengan pembina siaga.
e.    Pembina upacara memberi hormat kepada Sang Merah Putih. Kemudian membawanya keluar dari tempat upacara (tidak balik kanan).
f.     Pemimpin upacara menggulung dan meletakkan bendera ditempat yang telah ditentukan, kemudian kembali ke barungnya.
g.    Pengumuman dan pesan pembina siaga.
h.    Pembina upacara (pembina siaga) mengucapkan doa diikuti oleh anggota perindukan.
i.      Barisan dibubarkan, anggota perindukan meminta diri kepada para Pembina dengan bersalaman.

C.   UPACARA PELANTIKAN CALON SIAGA MENJADI SIAGA MULA
Dilaksanakan saat upacara pembukaan setelah amanat pembina.
a.    Calon siaga yang akan dilantik diantar oleh pemimpin barungnya.
b.    Para siaga yang akan dilantik maju satu langkah.
c.    Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum siaga mula antara pembina siaga dan calon siaga.
d.    Ucapan janji Dwi Satya dituntun pembina dengan memegang Sang Merah Putih pada tiang bersama pembina yang meletakkan tangannya di sebelah atas tangan siaga. Anggota perindukan yang telah dilantik menghormat.
e.    Penyematan tanda-tanda diiringi nasehat pembina.
f.     Penghormatan kepada siaga yang baru dilantik dilanjutkan pemberian selamat, kemudian kembali ke tempat masing-masing.
g.    Pembina siaga mengucapkan doa diikuti anggota perindukan.
h.    Pemimpin barung menjemput anggotanya yang telah dilantik.

D.   PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
  1. Standar bendera
  2. Bendera Merah Putih dan tongkat
  3. Teks Pancasila
  4. Teks Dwidarma
  5. Teks Dwisatya
Dunia Siaga Lebih Lanjut  Klik link berikut : 

Sebagai referensi kakak penegak dalam kegiatan Serah terima Jabatan Pengurus Dewan Ambalan : 


Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085 743 109 113 ( hanya SMS atau WA, tidak menerima telp)

Klik Juga 

PERAN PEMBINA PRAMUKA SIAGA


PERAN PEMBINA PRAMUKA SIAGA 



Untuk dapat menghasilkan Pramuka Siaga yang diharapkan sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, diperlukan Pembina Pramuka Siaga yang mampu mengimplementasikan teknik pembinaan yang efektif dan kreatif sehingga Perindukan Siaga bergerak dinamis.
Ditinjau dari hubungan pendidik atau pembina dengan peserta didik atau pramuka, pendidikan kepramukaan bersendikan sistem among.
Sistem Among
Sistem Among merupakan salah satu cara pelaksanaan pendidikan dalam Gerakan Pramuka. Dengan Sistem ini Pembina memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak secara leluasa, dengan sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah, keharusan paksaan sepanjang tidak merugikan baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitarnya. Tujuannya untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri dan kreativitas sesuai dengan aspirasi peserta didik.
Sistim Among dalam bentuk kalimat adalah:
  • ING NGARSA SUNG TULADA (di depan memberi teladan)
  • ING MADYA MANGUN KARSA (di tengah membangun kemauan)
  • TUT WURI HANDAYANI (dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian)
Tujuan Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan yang membina watak bagi kaum muda dikatakan tercapai dengan efektif, jika sikap perilaku dan kegiatan peserta didik merupakan refleksi dari kegiatan kepramukaan.
Untuk mencapai hal tersebut maka proses pendidikan harus diberikan secara kongkrit berupa contoh, yang merupakan teladan bagi peserta didik. Teladan yang paling efektif adalah teladan dari Pembina. Sikap dan perilaku Pembina akan menjadi teladan dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembina perlu memberikan motivasi dan dorongan agar peserta didik mampu mengatasi permasalahan yang terjadi serta dapat mengembangkan diri, percaya diri, dan mampu berkarya atas karsanya yang positif. Sistem Among mewajibkan Pembina Pramuka menerapkan kepemimpinan sebagai berikut:
  • Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum Siaga 7
  • Panduan Penyelesaian 8 Syarat Kecakapan Umum Siaga
Tanggung jawab Pembina Pramuka Siaga
Dalam melaksanakan peran dan tugasnya, Pembina Pramuka Siaga bertanggungjawab atas :
  1. tetap terjaganya pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta sistim Among pada semua kegiatan Pramuka Siaga;
  2. terselenggaranya kepramukaan yang teratur dan terarah sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pramuka;
  3. terwujudnya Pramuka Siaga yang berkepribadian, berwatak, berbudi pekerti luhur, dan sebagai warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, yang setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjadi anggota masyarakat yang baik berguna;
  4. dalam melaksanakan tugasnya Pembina Pramuka bertanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, Pembina Gugus depan dan diri pribadinya sendiri.
Peran Pembina Siaga
  1. Perancang program kegiatan sesuai dengan kebutuhan Pramuka Siaga.
  2. Bergiat bersama peserta didik, pembimbing, pemberi dukungan dan fasilitas agar para peserta didik dapat bergiat dengan teman-teman dalam satuannya dengan riang gembira, tekun, terjamin keselamatannya, dan menghasilkan kepuasan batin pada semua peserta didik.
  3. Pemberi bimbingan dan bantuan kepada Siaga dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, dan Sistem Among, sehingga melalui kegiatan yang disajikan, Pembina Pramuka dapat mendidikkan sikap dan perilaku yang dilandasi kematangan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik.
  4. Pelaksana kebijakan Gerakan Pramuka yang terdepan dalam melaksanakan pendidikan bagi Pramuka Siaga.

Profil Pembina Siaga
Pembina Siaga adalah sosok seseorang yang dapat diteladani dengan kepribadian yang:
  1. erbuka dan percaya diri;
  2. jujur;
  3.  mencintai anak;
  4. memiliki selera humor;
  5. dapat menjadi pendengar yang baik;
  6.  menghargai gagasan yang berbeda;
·         tidak egois;
·         lembut tapi tegas;
·         menikmati pekerjaannya;
·         mengakui bahwa ia dapat berbuat kesalahan;
·         memiliki komitmen pada perubahan;
·         mampu merencanakan;
·          dapat menyanyi, menari dan mendongeng.



Dunia Siaga Lebih Lanjut  Klik link berikut : 

Sebagai referensi kakak penegak dalam kegiatan Serah terima Jabatan Pengurus Dewan Ambalan : 


Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085 743 109 113 ( hanya SMS atau WA, tidak menerima telp)

Klik Juga